Magnet Rezeki

Perhatian! Informasi ini sangat penting bagi anda yang ingin mengetahui rahasia menarik rezeki dengan sangat luar biasa

RAHASIA MAGNET REZEKI

Menarik Rezeki Dahsyat Dengan Cara ALLAH

Apakah Anda Mengalami Permasalahan Seperti Ini:

? Sudah berusaha keras tapi rezeki belum juga datang

? Sudah mencoba berbagai cara untuk memperoleh rezeki lebih tapi belum juga dapat

? Berusaha mencari uang kesana kemari tapi tak kunjung datang

? Gaji atau Pendapatan yang segitu-gitu aja

? Selalu mengeluh karena kekurangan uang

Buku Spesial Untuk Anda

“RAHASIA MAGNET REZEKI”

”menarik rezeki dahsyat dengan cara ALLAH”

Menjadi kaya dalam arti yang sesungguhnya… bukan dengan terjebak jadi mengejar kekayaan melainkan MEMBANGUN KEKAYAAN. Ibarat kekayaan adalah kupu-kupu maka alih-alih terobsesi mengejar-ngejarnya akan lebih indah jika kita membangun taman bunga yang akan dengan sendirinya menarik para kupu-kupu datang menghampiri.

Banyak orang bekerja keras siang malam untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun Ternyata hasil yang didapatkan tidak sesuai keinginan. Lalu apa yang salah? ternyata caranya yang salah. Banyak orang melupakan Allah ketiak mencari rezeki. Padahal Allah lah sang pemberi rezeki. untuk itulah buku ini hadir. Buku ini akan mengungkapkan rahasia agar kita menguasai magnet rezeki. Bacalah buku ini, resapi isinya dan bersiaplah meraih keajaiban dalam hidup ini.

Halaman: < 250 Halaman

Kesempatan Terbaik anda untuk miliki buku ini sekarang

HARGA Rp. 120.000 

sms atau whattsapp: 0819 3661 3667

PROMO DAN STOK TERBATAS!

AMANKAN BUKU ANDA SEKARANG JUGA!

PENULIS BUKU " RAHASIA MAGNET REZEKI"

Nasrullah lahir di Jakarta 3 April 1978. Ayah dan Ibu nya yang lulusan IAIN pare-pare sangat mewarnai kehidupan agama Islam Nasrullah sejak kecil. Tilawah Al-Qur'annya diajarkan langsung oleh sang Ibu, Hj Siti Rahmah yang memiliki 9 anak. Kesemua anaknya belajar agama dari asuhannya. Sementara ajaran-ajaran wiraswasta Muslim didapatkan dari sang Ayah H Najamuddin yang berprofesi sebagai saudagar Bugis yang merantau ke Jakarta. Selain orangtua, nilai agamanya juga terpoles dengan ajaran Habib Syeikh bin Ali Al-Jufri yang mengisi taklim setiap pekan di Masjid Hayatul Akbar, Semper Barat, Jakarta Utara. Di tangan guru-guru madrasah diniyah Al-Khoiriyah yang ikhlas pimpinan Ust H Juwaini, Nasrullah kecil juga mendapat bekal agama yang baik. Jalur pendidikan umum ditempuh Nasrullah mulai dari SD, SMP, SMA di Jakarta Utara dan Kuliah S1 Jurusan Kimia FMIPA Universitas Indonesia. Walaupun belajar di jalur pendidikan umum, bekal agama yg kuat saat kecil membuat Nasrullah selalu haus belajar agama. Ceramah-ceramah KH Zainuddin MZ dan KH Kosim Nurseha menghiasi hari-hari pria yang hobi ceramah sejak remaja ini. Di SMA, Nasrullah mulai berinteraksi dengan tarbiyah. Ikut Rohani Islam dan berinteraksi dengan teman-teman yang berusaha memperbaiki diri dengan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai tarbiyah ini dibawa-nya sampai kuliah di bawah bimbingan Ustadz Lukmanul Hakim dan ikut dalam pergerakan mahasiswa menurunkan Orde Baru. Nasrullah bergabung di KAMMI dan membuat majalah Al-Izzah bersama sahabatnya. Majalah itu sempat bertahan dari tahun 1999-2004 dengan oplagh berkisar 7000-15.000 eksemplar setiap bulan. Setelah menikah dengan Yuni Indriati Fatonah di bulan Mei 2001, Nasrullah langsung merantau ke Malaysia. Hari-hari penuh pelajaran hidup dimulainya di negeri rantau dengan status "pengangguran di negeri orang". Di negeri jiran ini, Nasrullah tetap berada di dalam bimbingan ikhlas seorang guru, Ustadz DR Mardani Ali Sera. Beban dua anak dengan gaji yang sangat tidak cukup utk hidup di Malaysia membuat Nasrullah dan Yuni memutuskan pulang dari perantauan dengan tidak berhasil mendapatkan impian luar negerinya. Yuni tdk berhasil mendapat S2 di sana. Terlebih lagi Nasrullah. Memulai kembali hidup baru dari nol, di tahun 2004 Nasrullah mencari nafkah dengan mengajar di bimbingan belajar Nurul Fikri dan beberapa lembaga lain. Sambil mengajar, Nasrullah membuka toko "Ilham Keramik" beserta adiknya Mujahid. Berbekal jaringan dari bisnis bahan bangunan orang tua, kakak-adik ini mencoba peruntungannya di dunia bahan bangunan. Setahun kemudian, Nasrullah dan Mujahid banting stir menjadi kontraktor dan tahun berikutnya tepatnya Maret 2006 menjadi developer properti dengan brand The Orchid Realty sampai sekarang. Kini mereka berbagi tugas. Nasrullah sebagai komisaris utama dan Mujahid sebagai direktur utama. Sambil berbisnis, Nasrullah masih tetap menimba ilmu dalam majlis tarbiyah dan kerap mengunjungi KH Mufassir di Ciomas Banten untuk berkaca diri. Perkenalan dengan kyai lembut nan wara' itu didapatnya dari bapak mertua H Ridwan Nawawi yang keturunan Banten. Nasrullah juga terus menimba ilmu dan mengikuti ajaran guru-guru ternama di Indonesia seperti Pak Ary Ginanjar Agustian, Ust Arifin Ilham, Ust Samsul Arifin, Ust Felix Siauw, Ust Yusuf Mansur dan KH Abdullah Gymnastiar. Nasrullah menyebut proses pembelajarannya ini sebagai "memungut remah-remah ilmu" karena memang tidak dipelajari di lembaga, hanya otodidak dan dari jarak jauh. Sang istri sempat menjadi PNS lalu berhenti dan melanjutkan S2 di FKM UI. Keukeuhnya Nasrullah membantu istrinya mendapat gelar S2 karena "ini janji pra nikah" katanya. Walaupun setelah selesai S2, sang istri hanya di rumah dan ikut jejak suami, belajar berbisnis. Tahun 2009 Nasrullah mulai menjadi trainer entrepreneurship dan properti. Tahun 2010 menjadi pembimbing ibadah haji dan umroh Mihrab Qolbi Travel pimpinan Ustadzah Bunda Ningrum dan berinteraksi secara intensif dan berguru dengan ustadz muda KH Imam Musthofa Mukhtar Almarhum, Ust Lili Chumeidi, Ust Rosyidin, Ust Wahidin dan Ust Dadang Chaerudin. Perkenalannya dengan Ippho Santosa akhirnya melahirkan buku Magnet Rezeki dan buku keduanya yaitu Rahasia Magnet Rezeki disarikan dari pelajaran hidupnya yang getir namun menginspirasi. Buku ini juga diterbitkan sebagai rasa terima kasih Nasrullah pada orangtua, handai taulan, sahabat dan guru-gurunya. Kini Nasrullah dan Yuni tinggal di Depok dan dikaruniai 5 orang putri. Mereka sedang merajut visinya menjadi manusia bermanfaat untuk orang lain sebagai bekal menuju akhirat.
Nasrullah